Cara Paling Bagus untuk Mengukur Efektivitas Pelatihan Karyawan

Dalam setiap perusahaan besar yang ada di Indonesia biasanya dari bank Indonesia mereka akan di beri budget khusus yang akan diatur oleh HRD untuk kebutuhan pelatihan karyawan yang ada di dalam perusahaan tersebut.

Budget training ini cukup besar biasanya di ambil dari profit atau laba perusahaan dalam setahun yang memang akan digunakan untuk menunjang pelatihan karyawan yang diharapkan mampu memberikan perubahan hasil yang signifikan pada perusahaan tersebut.
Ada beberapa jenis training seperti in house training atau training yang dilakukan internal oleh pimpinan perusahaan kepada bawahan atau public training dimana training akan diberikan oleh pakar dari luar perusahaan itu sendiri.

Sumber daya manusia adalah salah satu kebutuhan utama dalam setiap perusahaan baik yang bergerak di bidang keuangan, jasa atau pun perusahaan bidang lainnya.

Sekalipun dalam suatu perusahaan tersebut sudah di dukung penuh dengan banyaknya alat yang canggih, mesin yang menyerupai robot sehingga nyaris minimal membutuhkan tenaga manusia. Untuk itu lah kenapa yang namanya sumber daya manusia wajib untuk dibina, diberi pelatihan atau training yang maksimal sesuai dengan bidang pekerjaannya masing-masing sehingga mampu untuk menunjang kinerjanya di kantor agar bisa meningkatkan pendapatan dan juga kemajuan perusahaan dengan baik.

Untuk itu sumber daya manusia memang perlu dilatih dan juga diukur apakah training yang diberikan bisa memberikan hasil yang efektif atau malah kesalahan dalam pemilihan program yang telah di pilih oleh perusahaan.

GRATIS - Ebook Super tentang Strategi Pengembangan SDM dan Karyawan. Download sekarang.

Ada beberapa cara yang bisa Anda gunakan dalam mengukur efektivitas pelatihan sumber daya manusia yang telah di berikan oleh perusahaan. Beberapa cara tersebut diantara lain adalah:

• penilaian kinerja setiap karyawan di perusahaan yang akan diikutkan training sebelum training diselenggarakan atau pra training. Penilaian yang baik tentu harus dilakukan sebelum, saat training dan setelah training agar kemudian bisa mendapatkan hasil untuk dibandingkan antara step diatas sehingga bisa terlihat untuk dijadikan alat ukur yang baik. Fase atau tahapan penilaian sebelum di mulai training ini pun menjadi suatu hal yang cukup penting untuk mengetahui kebutuhan training apa saja yang dibutuhkan oleh masing-masing karyawan dalam perusahaan tersebut.

• monitoring pelaksanaan saat training atau pelatihan sedang berlangsung. Hal ini diperlukan untuk melihat apakah reaksi atau seperti apakah ketertarikan atas training tersebut yang sedang berlangsung yang ditunjukkan oleh karyawan yang hadir di dalamnya. Bisa dilihat sejauh apa karyawan aktif dalam setiap partisipasi kegiatan yang berlangsung dalam training yang diselenggarakan. Anda juga bisa bekerja sama dengan trainer untuk memberikan pertanyaan atau mungkin kuis dan soal untuk melihat kemampuan karyawan yang ikut training.

• berikan lembar survey atau lembar pencatatan mengenai aktivitas training yang dilakukan oleh karyawan selama mengikuti training, berikan juga kolom kritik dan saran atau masukkan atas training yang berlangsung

Pengukuran mengenai efektif atau tidaknya training yang dijalani oleh sumber daya manusia yang ada dalam suatu perusahaan juga tidak bisa dilihat langsung dengan kasat mata dalam waktu yang singkat. Penerapan dalam dunia kerja lalu kemudian yang bisa menghasilkan sebuah perubahan yang signifikan tentu saja membutuhkan proses yang tidak sebentar dan tidak sederhana.

Anda kemudian bisa melakukan cara lainnya untuk bisa menilai apakah training yang telah dijalani oleh semua karyawan di perusahaan tersebut berfungsi dengan baik seperti halnya dibawah ini:

• Anda bisa menilai efektivitas dari training atau pelatihan karyawan yang telah diselenggarakan dengan cara melakukan evaluasi kepada para peserta training.

Dari evaluasi akan ada hasil kepuasan dan kritik yang akan diberikan oleh karyawan sehingga perusahaan atau penyelenggara training tahu sekilas apakah training tepat sasaran atau tidak. Kepuasan yang harus Anda tanyakan adalah mengenai materi, penyelenggara, pembicara, suasana training, dan juga materi yang diberikan. Jika karyawan merasa puas maka dampak positif terhadap hasil training dimungkinkan bisa didapatkan daripada ketika karyawan merasa kecewa.

• Kemudian hal yang harus Anda cari tahu dari para peserta training adalah mengenai ilmu, wawasan atau pengetahuan yang mereka dapatkan dapat bertambah setelah mengikuti training ataukah tetap sama bahkan tidak mendapatkan apapun. Cara mengukurnya bisa dengan memberikan pre test dan juga post test kepada para peserta.

• Kemudian cara untuk melihat apakah training atau pelatihan karyawan yang diberikan efektif atau tidak bisa dilihat dari hasil kinerjanya para peserta training yang biasanya baru bisa terlihat untuk jumlah angka seperti profit selama 6 bulan minimal sampai dengan 1 tahun sejak diselenggarakannya training. Anda juga bisa melihat apakah kemampuan, keterampilan karyawan bertambah maju ataukah tidak. Training yang baik tentu saja yang bisa memberikan banyak hal baru yang positif bagi semua audience yang hadir saat itu.

GRATIS - Template Tabel Performance Appraisal Berbasis KPI dan Panduan Balanced Scorecard. Download sekarang.

• Hasil nyata yang harus Anda perhatikan perubahan seperti meningkat atau tidaknya setelah diadakan training adalah dengan melihat volume penjualan misalnya, profit atau kerugian perusahaan atau juga kepuasan konsumen yang menggunakan jasa perusahaan Anda.

Pengadaan training untuk hasil yang terbaik perlu terus secara kontinyu dilakukan karena yang namanya dunia pekerjaan dan bisnis terus berkembang secara pesat tanpa batas apalagi saat ini mulai terjadi pasar bebas yang mana tenaga kerja luar negeri dan barang produk luar negeri bisa bebas masuk ke Indonesia. Jangan sampai perusahaan kalah bersaing dengan hal-hal semacam itu.

GRATIS - Template Tabel Performance Appraisal Berbasis KPI dan Panduan Balanced Scorecard. Download sekarang.